Berkunjung ke Toko Milik Seorang Teman: Popstoreindo

Beberapa waktu lalu, tepatnya sekitar satu tahun yang lalu, saya melihat posting seorang teman di salah satu sosial media online. Dia sedang mempromosikan barang dagangannya. Teman saya ini menjual barang yang sudah cukup usang. Karena penasaran, akhirnya saya bertanya kepada asisten pribadi saya, google, barang apa saja yang beliau jual.

Tada

popstoreindo

Dari hasil pencarian di atas, langsung saya klik tombol ‘Website’. Tombol ini membuka halaman situs yang jarang sekali diketahui orang, Instagram. Hehe. Nama tokonya adalah @popstoreindo.

Seletah saya telurusi, ternyata memang semua barang yang dijual adalah barang usang. Yang saya maksud dengan barang usang disini, bukan barang yang jelek, barang usang tidak selalu jelek, atau tidak bisa digunakan, contohnya Luna Maya dan Cut Tari. Untuk orang-orang tertentu, masih sangat menarik untuk ditawar dan tentunya masih layak pakai. Kek.

Banyak sekali jenis barang yang dijual di @popstoreindo, dari mulai kaset deck, vinyl, kamera vintage, mainan, sampai dengan pakaian. Ini 6 foto terakhir di halaman Instagram @popstoreindo waktu artikel ini ditulis. Mungkin sudah banyak foto baru saat Anda membaca artikel ini, karena teman saya setiap hari mengunggah foto dagangannya.

popstoreindo

Karena saya orangnya tidak suka belanja, maksud saya, tidak pernah ada waktu untuk belanja, lebih tepatnya lagi tidak pernah ada dana lebih untuk belanja. Ketika melihat teman jualan, saya tidak ada hasrat untuk membeli, saya malah mencari barang yang bisa dititipkan ke teman saya satu ini untuk dijualkan.

Saya punya flip clock yang jarang sekali dilirik. Saya berpikir saat itu, jika saya jual, uangnya bisa digunakan untuk membeli barang yang saya butuhkan, upgrade PC! hehehe. Lagi pula kasian, bayangkan jika Anda sebuah jam, tapi tidak pernah dilirik. Wanita saja yang manusia kadang berkecil hati ketika tidak ada yang melirik. Apalagi jam, yang fungsinya hanya untuk dilirik.

popstoreindoSaat itu juga langsung saya hubungi teman saya ini, namanya Yulius, biasa saya panggil Iyus. Lalu saya tanyakan apa boleh saya titip flip clock untuk dia jualkan di @popstoreindo. Tanpa babibu dia langsung minta saya mengirimkan foto. Langsung saya foto flip clock saya menggunakan smartphone, hasilnya luar biasa: buram. Tidak lama setelah itu, flip clock saya muncul di halaman Instagram @popstoreindo, wuih… Hehe.

Setelah sekian lama, saya sendiri lupa kalau saya pernah menitipkan foto di halaman @popstoreindo. Iyus beberapa hari yang lalu menanyakan apakah flip clock masih ada, tentu saya jawab masih ada, karena terakhir saya melirik flip clock, saat diminta untuk mengirimkan foto. Dia mengabarkan, ada pelanggannya yang ingin membeli jam saya, wuih…

Keesokan harinya saya langsung meluncur ke toko milik teman saya ini, untuk pertama kalinya. Dengan bekal contekan alamat dari halaman Instagram yang saya ingat di kepala.

Sesampainya disana, saya langsung parkirkan motor di basement. Lalu bertanya kepada salah seorang penjaga parkir, dimana tepatnya pasar antik, beliau menunjukan lift. Pasar Seni dan Antik ada di lantai 3, saya langsung ke lantai 3 tentu, karena tujuan saya memang lantai 3, duh. Keluar dari lift saya dibentak seseorang yang sedang nongkrong di depan salah satu toko: “Cari siapa?!” Saya jawab Yulius, Lalu orang tersebut kembali membentak “Oh, Yulius sebelah sini nih… Yus yeuh aya anu nagih hutang”. No kidding, this is me being serious, and honest.

Next page >>

Sharing is a way to be less selfish.

Pages:

Posted in Personal and tagged , .

nolhui

Nolhui adalah seorang agen rahasia, pria, paruh baya.