Ganti Monitor Anda dengan Loudness Meters

Apa Anda masih menggunakan RMS atau VU meter untuk mengukur kerasnya audio? Jika iya, meter yang Anda gunakan saat ini, sama sekali tidak ada hubungannya dengan cara telinga manusia memproses kerasnya suara. Jika Anda tidak percaya, coba Anda ratakan dua buah track, musik dan voice over (dialog) menggunakan RMS atau VU meter. Apa kerasnya sama?

Atau, katakanlah Anda mengerjakan project kompilasi album yang isinya berbagai macam genre. Ratakan musik hip-hop dan heavy metal dengan RMS di -12 dB. Belum tentu kerasnya suara yang dihasilkan sama. Anda masih butuh telinga untuk mensejajarkan kerasnya musik yang Anda kerjakan. Ketika kepala Anda sudah tidak ‘fresh‘, lebih sulit lagi menilai suara secara objektif.

Loudness Meters

Sumber gambar : ITU-R BS.1770 Revisited (PDF)

Apa itu Loudness Meters?

Thanks to mathematicians, Sekarang sudah ada yang namanya loudness meters. Loudness meters mengukur audio dengan menggunakan algoritma khusus, mirip dengan cara telinga manusia menerima suara. Meter ini menganalisa audio dengan menghitung durasi dan frekuensi. Satuan ukurannya adalah loudness unit (LU).

Untuk para broadcaster di Eropa, masalah loudness ini hal yang cukup serius, karena ada kemungkinan akan kehilangan ijin broadcast jika melanggar aturan yang ditetapkan, yaitu -23 LUFS (Loudness Unit Full Scale).

Apa Benar-benar Perlu Menggunakan Loudness Meters?

Tidak jika Anda hanya akan merilis tape deck, hehe. Awalnya loudness meters digunakan untuk mensejajarkan tingkat kekerasan audio di TV, iklan dan acara TV. Seiring dengan perkembangan dunia hiburan di internet, platform streaming seperti iTunes, Youtube dan Spotify, meratakan audio playback dengan Loudness meters.

Jika Anda seorang produser musik, atau audio engineer, informasi ini sangat krusial. Anda perlu mengetahui kemana audio akan dipublikasikan, dan seberapa tingkat kekerasan yang dibutuhkan. Trend up to eleven” hanya sejarah, saat ini musik yang dinamis dan sesuai kebutuhan lebih diutamakan.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=DzLP2Z7JVZA[/embedyt]

Menurut masteringthemix, Loudness yang baik untuk CD -9 LUFS, dan untuk media streaming -16 LUFS. Entah hitungan ini akurat atau tidak, karena saya mencoba beberapa video Youtube ada yang mencapai -13 LUFS. Untuk CD, benar di angka -9 sampai dengan -10 LUFS. Untuk scoring film -23 LUFS, menurut informasi yang baca di artikel-artilel yang membahas tentang hal ini.

Loudness Meter Plugin

Saya pribadi menggunakan iZotope Insight untuk loudness meter, in case you didn’t like iZotope, saya curi daftar VST plugin dari musictech.net.

Saat mixing atau mastering menggunakan loudness meters, fokuskan perhatian Anda ke short-term (LUFS/LKFS). Silahkan Anda pilih plugin mana yang paling menarik dimata Anda. Buktikan sendiri akurasi dari loudness meters.

Jika Anda ingin menyampaikan sesuatu, tidak perlu sungkan, tinggalkan komentar di bawah.

Sharing is a way to be less selfish.

Posted in Audio and tagged , , , .

nolhui

Nolhui adalah seorang agen rahasia, pria, paruh baya.